Soal Gaji TKD Belum Dibayar, Ini Kata Cek Endra

Sarolangun43 Dilihat

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun Cek Endra akhirnya menjawab persoalan gaji Tenaga Kontrak Daerah (TKD) atau honorer yang belum dibayar pada Desember 2021 lalu. Jawaban ini disampaikannya pada Paripurna DPRD Sarolangun dengan agenda tanggapan dan jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi tentang LKPJ Bupati Sarolangun tahun 2021, Rabu (19/4/2022).

“Mengenai permintaan anggota dewan yang terhormat agar dapat membayar kekurangan gaji tenaga honorer tahun 2021 sebesar satu bulan gaji, yang dijanjikan akan dibayar pada tahun 2022, dapat kami jelaskan bahwa kita telah mengalokasikan gaji tenaga kontrak daerah sebesar 12 bulan, dengan rincian 1 bulan kekurangan gaji tahun 2021 akan dibayar di tahun 2022 dan 11 bulan gaji TKD tahun 2022,” paparnya.

“Pembayaran gaji TKD bulan Desember tahun 2021 dibayar terhitung 1 Januari tahun anggaran 2022. Untuk itu pada APBD Perubahan tahun 2022 kami akan mengusulkan penambahan alokasi anggaran gaji TKD ini 1 bulan hingga dibayar 13 bulan di tahun 2022,” tambahnya.

Selain menjanjikan akan membayar 13 bulan gaji honorer di tahun 2022, bupati dua periode itu juga menjelaskan soal Silpa belanja pegawai sebesar 44 miliar lebih di tahun 2021. Silpa itu ditemukan menumpuk di dua dinas. Yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatanan.

“Silpa saya sampaikan, tidak semua Silpa bisa digunakan untuk mebayar gaji. Kalau Silpanya DAK tidak boleh kita gunakan untuk membayar tenaga honor. DAK ya DAK, karena itu yang punya duit orang pusat, yang ngatur peruntukkannya orang pusat,” katanya.

Sementara, diketahui sebelumnya silpa 44 miliar tersebut merupakan Silpa dari belanja pegawai tahun 2021. Cek Endra meluruskan itu, kata dia Silpa yang dimaksud adalah Silpa barang dan jasa.

“Belanja pegawai itu termasuk belanja barang dan jasa bukan belanja gaji. Memang kalau membahas keuangan harus paham keuangan, kalau dak ahlinya dak bisa,” ujarnya.

Cek Endra juga memerintahkan Badan Pengelolaan Kuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sarolangun membuka informasi terkait Silpa 44 miliar yang telah membuat riuh publik Sarolangun itu.

“Saya telah perintahkan BPKAD membuat, bukan laporan tapi itulah angka aslinya laporan keuangan Sarolangun. Kamu minta fotokopi itu Silpa apa saja sekian miliar di situ. Kamu akan melihat bahwa tidak ada kebohongan publik di situ,” tandasnya. (pks)

Komentar