Dianggap Keliru, Fadlan Bantah Keterangan Cek Endra

Sarolangun113 Dilihat

SAROLANGUN – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sarolangun Fadlan Kholik, membantah persoalan Silpa yang diterangkan Bupati Sarolangun Endra. Kata dia, Silpa belanja pegawai ini berbeda secara pengalokasian dan penggunaannya dengan Silpa barang dan jasa.

“Soal Silpa, jadi keliru kalau disebut Silpa belanja pegawai ini masuk barang dan jasa, karena ada kamarnya masing-masing,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (19/4/2022).

Fadlan juga mengkiriti soal penganggaran gaji honorer pada tahun 2022. “Kenapa kemarin tidak dianggarkan masuk dalam APBD murni 2022. Kenapa hanya 12 bulan gaji yang dianggarkan di APBD murni, sementara ada 13 bulan gaji yang mesti dibayarkan,” katanya.

“Akhirnya setelah kita suarakan hal ini, baru disampaikan bahwa akan diajukan penambahan alokasi gaji untuk 1 bulan pada APBD Perubahan tahun 2022,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Sarolangun Cek Endra menjelaskan soal Silpa belanja pegawai sebesar 44 miliar lebih di tahun 2021. Silpa itu ditemukan menumpuk di dua dinas. Yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatanan.

“Silpa saya sampaikan, tidak semua Silpa bisa digunakan untuk mebayar gaji. Kalau Silpanya DAK tidak boleh kita gunakan untuk membayar tenaga honor. DAK ya DAK, karena itu yang punya duit orang pusat, yang ngatur peruntukannya orang pusat,” katanya.

Sementara, diketahui sebelumnya silpa 44 miliar tersebut merupakan Silpa dari belanja pegawai tahun 2021. Cek Endra meluruskan itu, kata dia Silpa yang dimaksud adalah Silpa barang dan jasa.

“Belanja pegawai itu termasuk belanja barang dan jasa bukan belanja gaji. Memang kalau membahas keuangan harus paham keuangan, kalau dak ahlinya dak bisa,” ujarnya.

Cek Endra juga memerintahkan Badan Pengelolaan Kuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sarolangun membuka informasi terkait Silpa 44 miliar yang telah membuat riuh publik Sarolangun itu.

“Saya telah perintahkan BPKAD membuat, bukan laporan tapi itulah angka aslinya laporan keuangan Sarolangun. Kamu minta fotokopi itu Silpa apa saja sekian miliar di situ. Kamu akan melihat bahwa tidak ada kebohongan publik di situ,” tandasnya. (pks)

Komentar