Hendak Selamatkan Keponakan, Linda Malah Tewas Tenggelam

Bungo191 Dilihat

MUARABUNGO – Nasib malang menimpa Linda Fitri Yanti Manullang (39) warga Desa Air Gemuruh, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo. Dia harus kehilangan nyawanya setelah berusaha menyelamatkan keponakannya Kristin (8) yang tenggelam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di bendungan irigasi yang berada di Kampung Bendung Raya, Desa Embacang Gedang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Bungo, Sabtu (11/12).

Awalnya, korban bersama Dona (30) dan keponakan korban yakni Jara (8), Fatir (11), Sabet (4), Kristin (8) dan Enjel (12), pergi ke bendungan irigasi Kampung bendung Raya untuk mandi.

Baca juga : Jambi: Kinerja 2021 dan Prospek 2022

Sesampainya di sana, korban bersama keluarganya langsung mandi. Awalnya korban mandi di tempat aliran air yang dangkal, melihat Fatir mandi di aliran air yang dalam, korban Kristin lantas mengikutinya menuju aliran air yang dalam.

Saat di dekat aliran air yang dalam, Kristin terpeleset dari semen batas antara aliran air yang dangkal dan aliran air yang dalam, sehingga korban terjatuh dan tenggelam.

Melihat Kristin tenggelam, korban Linda langsung terjun untuk menyelamatkan Kristin. Celakanya, kedua korban sama-sama tidak bisa berenang, sehingga keduanya tenggelam.

Baca juga :H Mardian, Humas PT Incasi Raya Group Salurkan 10 Ton Beras Untuk Korban Banjir

Dona teman Linda, lantas berteriak minta tolong kepada warga setempat. Selanjutnya, Andre yang saat itu juga berenang di bendungan tersebut, bergegas menolong korban. Namun Andre tidak mampu mengangkat korban.

Andre naik ke atas bendungan dan meminta bantuan Eka Putra untuk mengangkat kedua korban. Kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dan selanjutnya dilarikan ke Klinik Ceria untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kapolsek Tanah Sepenggal Lintas Ipda Gurning, membenarkan bahwa korban atas nama Linda tewas setelah berusaha menolong korban atas nama kristin.

“Benar. Korban Linda diduga meninggal dunia saat hendak menolong korban Kristin. Sedangkan korban atas nama Kristin masih dirawat di klinik ceria,” akunya.

Kata dia, atas kejadian tersebut, keluarga korban telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan Visum et Revertum. (skd)

Komentar