SAROLANGUN – Kasus dugaan penyimpangan dana dalam pengelolaan anggaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Sarolangun tahun anggaran 2017, masih belum tuntas ditangani Kejari Sarolangun. Padahal perkara ini sudah berjalan dua tahun lebih sejak ditetapkan satu orang tersangka pada Januari 2018 silam.

Teranyar, Kasi Pidsus Kejari Sarolangun Harris, mengatakan bahwa perkara ini masih tetap berjalan. Namun terkandala data-data perhitungan kerugian negara sepanjang tahun 2017 di DPKP Sarolangun yang diminta oleh BPK.

“Akan kami bicarakan sama BPK. Intinya dari data-data yang diminta waktu itu, kami dapat seperti apa, nanti akan dicari solusi bersama BPK. Maksudnya itu, apa ini dikerucutkan (item yang diminta BPK). Tapi pada intinya kita mengarahkan ke situ, cuma belum tahu di BPK seperti apa sikapnya nanti,” paparnya, Rabu (9/9).

Sebab itu, Kejari Sarolangun dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengagendakan pertemuan untuk mencari solusi terbaik. “Informasinya dalam waktu dekat BPK menjadwalkan untuk pertemuan kejaksaan sama BPK, penyidik,” ujarnya.

Dikatakan Haris, BPK juga sudah bersurat kepada Kejari Sarolangun. Isi surat itu, intinya BPK menanyakan perkembangan perkara tersebut sudah sampai sejauh mana.

“Terus kita balas untuk kepada BPK untuk meminta waktu untuk kami menyampaikan itu, perkembangannyo, hasilnya. Dan atas surat BPK itu, artinya perkara yang ditangani oleh kita, dan diminta perhitungannya oleh BPK, itu artinya BPK masih ada kegiatan itu menurut BPK,” jelasnya.

“Kan kita tidak mungkin mengabaikan itu, karena BPK membuat surat ke kita itu artinya kan hiduplah perkara itu di BPK, dianggap masih ditangani mereka,” timpalnya.
Pada November 2019 lalu, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun didampingi pihak Inspektorat Sarolangun, melakukan pemeriksaan fisik terhadap sejumlah barang hasil kegiatan pengadaan TA 2017 di DPKP Sarolangun.
Pemeriksaan fisik ini merupakan proses dari penyidikan dugaan penyimpangan dana dalam pengelolaan anggaran DPKP Sarolangun TA 2017, yang sebelumnya menjadi temuan BPK sebesar Rp1,03 miliar. (skm)

Komentar